Demi karir, cinta, dll, kenali tipe kepribadian Anda dan si dia!
Sunday, January 25, 2009Anda mengalami kepuasan berkarir bila pekerjaan Anda memungkinkan Anda untuk menggunakan kekuatan terbaik dan bakat alamiah Anda. Pekerjaan seperti itu menggairahkan, dan Anda sukses dengannya. Demikian pula dalam dunia cinta. Bila ekspresi cinta Anda kepada si dia sesuai dengan tipe kecenderungan alamiahnya, maka semakin nikmatlah yang Anda rasakan dalam mencintai dia. Begitu jugalah kehidupan kita di bidang-bidang lainnya. Hanya saja, bagaimana mengidentifikasi bakat alami dan menemukan pekerjaan-pekerjaan yang tepat sesuai dengan kekuatan dan bakat? Bagaimana mengenali kecenderungan alamiah si dia?
Langkah pertama adalah mengidentifikasi tipe kepribadian. Dengan mengenali tipe kepribadian Anda atau pun si dia, terkuaklah informasi penting tentang Anda atau pun si dia, seperti kecenderungan "ke dalam" ataukah "ke luar", realistis ataukah imajinatif, logis ataukah sensitif, dan terorganisir ataukah spontan. Dan semakin dekat tipe Anda dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam pekerjaan, semakin bahagia dan semakin sukseslah Anda. Bila ekspresi cinta Anda kepada si dia sesuai dengan tipe kepribadiannya, maka dia pun menganggap bahwa Anda sungguh-sungguh mencintainya. Walhasil, dia pun menghargai cinta Anda kepadanya. Asyik, 'kan?
Untuk mengidentifikasi tipe kepribadian, telah tersedia banyak model. Salah satunya yang paling populer adalah ala MBTI (Myers Briggs Type Indicator) dengan empat variabel:
- Extravert (E) ataukah Introvert (I)
- Sensor (S) ataukah iNtuitive (N)
- Thinker (T) ataukah Feeler (F)
- Judger (J) ataukah Perceiver (P)
Untuk mengenali tipe kepribadian Anda (atau pun si dia) berdasarkan empat variabel tersebut secara singkat, beberapa menit saja, Anda bisa mengerjakan kuis sederhana berikut ini.
Ciri-ciri berikut ini yang manakah yang lebih sesuai dengan keadaan diri Anda (atau pun si dia)?
1.1: E. Senang bergerak / I. Senang berdiam diri (kalem)?
1.2: E. Lebih nyaman berbicara daripada mendengarkan / I. Lebih nyaman mendengarkan daripada berbicara ?
1.3: E. Lebih efektif berpikir dengan cara berdiskusi / I. Lebih efektif berpikir dengan cara merenung sendiri?
1.4: E. Suka bertindak lebih dahulu, berpikirnya belakangan / I. Suka berpikir lebih dahulu sebelum bertindak?
1.5: E. Merasa nyaman berada di dekat orang banyak / I. Merasa nyaman menyendiri?
1.6: E. Gemar memperlihatkan peranan kepada banyak orang / I. Gemar berperan di balik layar?
1.7: E. Mudah mengalihkan perhatian / I. Mudah berkonsentrasi?
1.8: E. Sering melakukan banyak hal sekaligus dalam satu waktu / I. Sering berfokus pada satu hal tertentu pada satu waktu?
1.9: E. Ramah dan antusias / I. Bersikap mandiri dan pendiam?
2.1: S. Lebih menaruh perhatian pada rincian dan kejelasan gambaran / N. Lebih menaruh perhatian pada gambaran besar dan peluang?
2.2: S. Melihat atau mengingat rincian dan fakta-fakta / N. Melihat atau mengingat sesuatu yang baru atau lain dari yang lain?
2.3: S. Kagumi solusi praktis / N. Kagumi ide-ide kreatif?
2.4: S. Senang menggunakan kemampuan yang sudah dikuasai / N. Senang memahami akar-akar masalah?
2.5: S. Memperhatikan apa yang sudah ada / N. Memperhatikan apa yang seharusnya bisa diadakan?
2.6: S. Memikirkan keadaan hal-hal yang sekarang ada / N. Memikirkan implikasi masa depan dari hal-hal yang sekarang ada?
2.7: S. Bersandar pada pengalaman terdahulu / N. Cenderung mengikuti naluri?
3.1: T. Mengambil keputusan berdasarkan fakta yang diketahui / F. Mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai yang diyakini?
3.2: T. Tampak dingin dalam pandangan orang lain / F. Tampak hangat dalam pandangan orang lain?
3.3: T. Gemar mengemukakan atau menyimak argumentasi rasional / F. Gemar menyampaikan atau menyimak curhat?
3.4: T. Suka mengoreksi kekeliruan / F. Suka memaklumi kesalahan manusiawi?
3.5: T. Mudah menerima pandangan yang argumentasinya rasional / F. Mudah menerima pandangan yang menyentuh lubuk hati?
3.6: T. Cenderung berterus-terang mengatakan apa adanya / F. Cenderung mengatakan apa yang takkan menyinggung perasaan?
3.7: T. Sering menaruh perhatian besar pada benda dan gagasan / F. Sering menaruh perhatian besar pada perasaan diri dan orang lain?
3.8: T. Menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan / F. Menjunjung tinggi kerukunan dan kasih-sayang?
3.9: T. Lebih termotivasi oleh prestasi / F. Lebih termotivasi oleh penghargaan?
4.1: J. Suka mengambil keputusan secara cepat / P. Suka mengambil keputusan dengan banyak pertimbangan?
4.2: J. Senang melaksanakan tugas secara cepat / P. Senang melaksanakan tugas secara cermat?
4.3: J. Mudah bersikap serius / P. Mudah bersikap santai?
4.4: J. Lebih nyaman menyelesaikan proyek / P. Lebih nyaman memulai proyek?
4.5: J. Cenderung bersenang-senang setelah menyelesaikan tugas / P. Cenderung bersenang-senang pada saat hendak mengerjakan tugas?
4.6: J. Ingin segala sesuatunya telah diputuskan / P. Ingin segala sesuatunya masih terbuka terhadap berbagai kemungkinan?
4.7: J. Merasa membutuhkan banyak aturan / P. Merasa membutuhkan banyak keleluasaan?
4.8: J. Gemar menyusun rencana dan menepatinya / P. Gemar menjadikan rencana untuk tetap fleksibel?
4.9: J: Lebih nyaman melakukan kegiatan secara terjadwal / P. Lebih nyaman melakukan kegiatan secara spontan?
Apabila jawaban E lebih banyak daripada I, maka salah satu bagian dari tipe kepribadiannya adalah Extravert (E). Apabila jawaban I lebih banyak daripada E, maka salah satu bagian dari tipe kepribadiannya adalah Introvert (I). Secara demikian pula variabel-variabel lainnya. Akhirnya, berdasarkan empat variabel tersebut, kita kenalilah 16 tipe kepribadian: ESTJ, ISTJ, ENTJ, dan seterusnya (sampai INFP).
Setelah mengenali tipe kepribadian Anda atau pun si dia seperti itu, kita dapat menempuh karir dan menjalani dunia cinta sesuai dengan itu. Insya'Allah hasilnya akan lebih memenuhi harapan kita.
Hafal Quran+Hadits = memahami Islam?
Friday, December 26, 2008Postingan ini aku tulis sebagai tanggapan terhadap komentar seorang saudara kita yang tampaknya bermazhab "salafi". Ia berpandangan bahwa untuk memahami Islam, kita harus hafal seluruh ayat Al-Qur'an dan semua hadits. Dengan kata lain, katanya, orang yang lebih banyak hafalannya pastilah lebih memahami. Benarkah pandangannya itu?
Bagi kita pada umumnya selaku orang awam, mungkin pandangan sang komentator tersebut "masuk akal". Namun daripada bersandar pada penalaran orang awam, marilah kita kembalikan persoalan ini kepada Allah Sang Mahatahu dan rasul-Nya.
Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa dihendaki Allah mendapatkan kebaikan, maka Dia akan memberinya pemahaman tentang agamanya." (muttafaq 'alayh)
Hadits tersebut menunjukkan bahwa prasyarat mutlak untuk memahami agama adalah "dikehendaki Allah". Menghafal seluruh ayat Al-Qur'an dan semua hadits bukanlah prasyarat mutlak untuk memahami Islam. Tidak ada dalil yang menyatakan "Barangsiapa menghafal seluruh ayat Al-Qur'an dan semua hadits, maka Dia akan memberinya pemahaman tentang agamanya."
Bahwa hafalan bukanlah prasyarat mutlak untuk memahami Islam, itu ditegaskan dalam hadits shahih lainnya. Di sana, secara tersirat dinyatakan bahwa menghafal dan memahami itu berbeda dan tidak selalu searah. Perbedaan antara hafizh (penghafal) dan faqih (yang memahami) itu ditegaskan oleh Rasulullah saw. sebagai berikut:
Semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang mendengarkan perkataanku kemudian dia menghafalnya, lalu menyampaikannya sebagaimana yang dia dengarkan. Bisa jadi [hafizh] yang membawa fiqh bukanlah seorang faqih, dan bisa saja [hafizh] orang yang membawa fiqh ini membawanya kepada orang yang lebih faqih daripada dirinya.
Hadits tersebut diriwayatkan dalam beberapa redaksi yang berbeda dari Zaid bin Tsabit, Ibn Mas'ud dan lain-lain. Sebagaimana disebutkan di dalam Shahih al-Jami' ash-Shaghir (6763-6766).) Untuk penjelasan lebih lanjut, lihat link yang aku sertakan pada jawabanku terdahulu. Wallaahu a'lam.
Blogger Template: Cellar Heat Dark Uncontrast
Sunday, December 14, 2008I saw a beautiful elegant template last week. The name is Cellar Heat Premium Blogger Template. It is an adaptation of Cellar Heat Dark Wordpress theme.
Cellar Heat WordPress theme is originally created by Evan Eckard. The design of this theme focuses on patterns and typography. It is designed especially for Smashing Magazine and its readers. Since November 13, 2008, it has been available for Blogger, especially for MagzNetwork readers.
I like this template so much, that I decide to use it for one of my blogs. However, this is rather contrastive in my view. I, therefore, make some modifications. Here is the result: Cellar Heat Dark Uncontrast.
You may view this template in use here or download it here. By downloading and using this template, you agree to the following terms:
- You may NOT resell this theme
- A link back to Evan Eckard, Smashing Magazine, MagzNetwork, and M Shodiq Mustika must be retained in the footer (either modified or unmodified)
- You may use this theme for personal or commercial projects
- You may modify, translate or distribute. Don’t forget to contact Evan Eckard and Smashing Magazine
Please read the instruction carefully if you don’t want to get any problems.
INSTALLATION INSTRUCTION
- Download and extract the zip file.
- Login to your Blogger Dashboard
- Go to Layout > Edit HTML
- Upload XML Template file (DO NOT copy and paste the code directly to template editor box)
- Find this code:
and change that into this code:#post-one img {
border:none;
}
#post-one a img {
border:2px solid #000000;
}
#post-one img {
border:none;
margin:7px 4px 8px 4px;
}
#post-one a img {
border:2px solid #89876E;
}
- PLEASE DO NOT PREVIEW YOUR BLOG. Go to Layout > Page Element
- Edit “Top Menu” widget. Add at least one link, for example you can make a link to your blog homepage with “Home” anchor text
- Edit “Recent Posts” widget. Change Feed URL to
http://YOURBLOGNAME.blogspot.com/feeds/posts/default - Go to Settings > Formatting, choose TIMESTAMP FORMAT style: “Wednesday, Januari 30, 2008″
- Finish. Preview your blog to see the result.
Ingin Nikah Tapi Dibutuhkan Keluarga
Saturday, December 13, 2008Saya seorang ikhwan, umur 23 tahun. Alhamdulillah sudah sarjana, sekarang menjadi PNS yang jauh dari kampung halaman. Secara pribadi saya sudah ingin menikah, karena sudah “mampu”. Namun, saya merasa bertanggung jawab terhadap keluarga saya. Sekedar informasi, ayah saya sekarang sudah sakit dan tidak bekerja lagi, sedang yang bekerja ibu saya menjadi penjual sayuran keliling. Lebih dari sekedar membantu orang tua, saya juga ikut membantu meringankan beban saudara2ku, karena saat ini kakak saya yang perempuan sedang kuliah, sedangkan adik saya sementara tidak kuliah dulu karena biaya belum ada. Untuk biaya kuliah saudara saya dan keperluan sehari-hari, keluarga kammi hanya mengandalkan ibu saya. Saya hanya bisa mengirim uang semampunya sekitar sebulan sekali untuk keluarga. Saya takut, kalau menikah nanti pihak keluarga saya akan merasa “kehilangan” saya, karena terus terang dari keluarga saya, saya yang paling tinggi sekolahnya, itupun karena pertolongan Allah saya mendapat beasiswa sejak SMU. Mohon sarannya, bagaimana saya akan melangkah ke pernikahan.
Tanggapan M Shodiq Mustika:
Kamu dihadapkan dengan dua alternatif yang sama enaknya. Kalau kau segera menikah, maka kau menjalankan sunnah Nabi yang berupa pernikahan. Sedangkan bila kau tunda dulu pernikahanmu demi membantu keluarga, maka kau pun menjalankan sunnah Nabi pula yang berupa berbakti kepada orangtua dan kerabat dekat. Menurutku, yang paling enak adalah diantara keduanya, yaitu antara "segera" dan "menunda".
Maksudku, silakan kau menikah dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, tetapi juga tidak terlalu mendadak. Waktu 2-3 bulan lagi mungkin akan terlalu mendadak bagi keluargamu. Namun waktu 2-3 tahun lagi akan lebih nyaman bagi mereka.
Yang terpenting adalah bahwa hendaknya kamu tetap menaruh perhatian besar kepada keluargamu. Bukan hanya berujud material, melainkan juga immaterial.
Untuk itu, segeralah memberitahu semua keluargamu, "Pak, Bu, Mbak, Dik... Aku ingin menikah, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Aku mau persiapan yang matang. Sekitar 2-3 tahun cukuplah. Selain itu, selepas nikah nanti, aku ingin tetap akrab dengan keluarga seperti sekarang. Aku tak mau pernikahanku membuatku kehilangan keluarga tercinta. Untuk kedua hal itu (yakni niat menikah dan menjaga keakraban), aku perlu pertimbangan dari Bapak, Ibu, Kakak, Adik ..."
Seraya melakukan ikhtiar begitu, libatkanlah Allah melalui istikharah dan doa serta zikir lain yang relevan. Silakan baca buku Istikharah Cinta dan Doa & Zikir Cinta. Solusi-solusi islami terhadap kasus serupa telah kami jelaskan di situ.
Demikian saranku. Semoga Allah Sang Maha Penyantun senantiasa menyertai langkahmu. (Aamiin.)
Feed "Jiwa Cantik" dan "Orangtua Penyayang" Pindah!
Tuesday, November 18, 2008Untuk lebih memudahkan pengelolaan, dua feed blog ini pindah. Dengan pemindahan ini, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda dalam menyesuaikan diri.
Feed blog Jiwa Cantik:
Alamat Lama: feeds.feedburner.com/ManajemenAmal
Alamat Baru: feeds.feedburner.com/JiwaCantik
Feed blog Orangtua Penyayang:
Alamat lama: feeds.feedburner.com/JiwaCantik
Alamat baru: feeds.feedburner.com/OrangtuaPenyayang
Berfilsafat melalui lagu dan karya sastra
Friday, October 31, 2008saya cukup tertarik dengan filsafat. walaupun tidak begitu faham secara mendalam. by the way pernah dengar band rock progresif " Dream Theater"?, tuh liriknya bertemakan filosofi gitu. musik rock/metal tapi memiliki nuansa keindahan. mungkin karena pengaruh liriknya yang berusaha mereka sesuaikan.
Saya cuma pengen tau. filsafat cinta ada gak? klo ada jelasin donk. atw kalo ada bukunya kasih infonya .kalau sastra milik kahlil gibran itu apakah mengandung unsur filosofi?
Jawaban M Shodiq Mustika:
Ya, tidak sedikit musisi internasional yang berfilsafat melalui musik/lagu. Sejumlah musisi Indonesia juga mampu berfilsafat lewat lagu, seperti Ahmad Dhani, Melly, Iwan Fals, dll. Namun kemampuan mereka ini kurang tersalur karena industri musik Indonesia kini mengikuti selera pasar yang cenderung kurang menyukai lagu-lagu berbobot.
Akhir-akhir ini, sejalan dengan pertambahan usia, aku kurang mengikuti perkembangan musik. Aku tak hafal kelompok musik mana saja yang berfilsafat melalui lagunya.
Pertanyaanmu itu mengingatkanku untuk kembali mengikuti perkembangan musik. Bukan demi kenikmatan, melainkan demi pendalaman kehidupan. Terima kasih bahwa dirimu telah mengingatkan diriku akan hal ini.
Oh ya, filsafat cinta itu tentu saja ada, bahkan tergolong tema yang paling dibicarakan oleh para ahli filsafat. Buku-bukunya pun banyak. Dari sejumlah buku filsafat cinta yang pernah kubaca, yang paling bagus menurutku adalah karya Erich Fromm, The Art of Loving, dan karya M. Scott Peck, The Road Less Traveled.
Kahlil Gibran? Ia pun berfilsafat melalui karya sastranya. Namun tentu saja kualitas kefilsafatannya masih berada di bawah Erich Fromm dan ahli-ahli filsafat lainnya. Untuk memancing gairah menekuni filsafat cinta, bolehlah kita "melirik" karya Gibran. Tapi untuk benar-benar mendalami filsafat cinta, karya Erich Fromm-lah yang merupakan "bacaan wajib".
Menurut pandangan pribadiku, karya Gibran merupakan "bacaan wajib" untuk sastra, tetapi masih kurang filosofis bila dibandingkan dengan karya-karya filsafat "murni" seperti yang sudah kuungkap di atas.
Andai Boleh Berandai
Monday, October 20, 2008Andai bolamataku lebih dari seribu,
mataku takkan pernah terpejam
menatap sejuta senyum Bunda.
Andai jaritanganku lebih dari sejuta,
takkan berhenti kualirkan senyum
lewat kabel superkomputer
kepada Ade yang suka alirkan kata.
Andai kelak ku numpang lewat di taman surga,
kan kupinjam seribu bolamata dan sejuta jaritangan –entah dari siapa
agar pengandaian ini bukan impian belaka.
MS
Orang Kaya Yang Perlu Dikasihani
Monday, October 13, 2008Seseorang berkata kepada Bisyr, “Sesungguhnya Fulan yang kaya itu banyak melakukan puasa dan shalat.”
Bisyr berkata kepadanya, “Kasihan, dia meninggalkan urusannya sendiri dan memasuki urusan orang lain. Sesungguhnya lebih baik dia memberi makanan kepada orang-orang yang kelaparan dan menyedekahkan hartanya untuk orang-orang miskin daripada melaparkan dirinya sendiri dan bershalat untuk kepentingan diri sendiri. Untuk apa dia mengumpulkan [harta] dunia dan menahan harta kekayaan itu dari kaum fakir miskin?”
Begitulah jahiliyahnya orang kaya yang sibuk menumpuk dan menyimpan harta kekayaan, tetapi pelit untuk menginfakkannya. Ia menyibukkan diri dengan ibadah badan yang tidak memerlukan biaya. Di antaranya: berpuasa pada siang hari, bershalat malam, dan mengkhatamkan Al-Qur’an. Sebenarnya, orang seperti ini tertipu lantaran kebakhilannya telah menguasai relung hatinya (tanpa ia insafi).
(Sumber: Yusuf al-Qardhawi, Fiqh Prioritas, hlm. 284)
Hikmah dan Kisah Nyata tentang Kematian yang Indah
Friday, September 05, 2008Ketika kematian menghampiri Hudzaifah Ibnul Yaman r.a., ia menyambutnya dengan penuh rasa cinta. Ia berkata, “Wahai sang maut! Tenggelamkanlah aku di dalammu. Cengkeramlah aku dengan kuat. Hatiku tetap akan mencintaimu. Sebab, kehidupan yang membahagiakan akan tiba sesudah kedatanganmu. ....”

Gairah merindukan surga seperti itulah intisari buku ini. Dengan demikian, Anda pun akan tersenyum manis menyambut sang maut. Bagaimanapun, suatu saat ia pasti mendatangi kita, bukan?
Untuk itu, buku ini menyajikan berbagai kisah nyata mengenai kematian yang indah. Isinya pun dilengkapi dengan penjelasan tentang hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Kisah-kisahnya meliputi bagaimana Rasulullah, para sahabat, dan orang-orang saleh lainnya tersenyum bahagia manakala bersua dengan malaikat maut. Kita pun ingin sebahagia itu, bukan?
Oh ya, buku tersebut telah beredar mulai 1 September 2008 di seluruh jaringan toko buku Gramedia dan toko-toko buku besar lainnya.
Untuk info lebih lanjut, hubungi:
Departeman Buku Umum
PT GRAFINDO MEDIA PRATAMA
Jalan Pulo Kambing No. 9 Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur 13930
e-mail: penerbitgrafindo@yahoo.com
Telp. (021) 4619151, 46829111
Faks. (021) 4612217, 4614533






