Jiwa Cantik
lejitkan kecantikan batiniah

Andai Boleh Berandai

Monday, October 20, 2008

Andai bolamataku lebih dari seribu,
mataku takkan pernah terpejam
menatap sejuta senyum Bunda.

Andai jaritanganku lebih dari sejuta,
takkan berhenti kualirkan senyum
lewat kabel superkomputer
kepada Ade yang suka alirkan kata.

Andai kelak ku numpang lewat di taman surga,
kan kupinjam seribu bolamata dan sejuta jaritangan –entah dari siapa
agar pengandaian ini bukan impian belaka.

MS

Read On 0 komentar

Orang Kaya Yang Perlu Dikasihani

Monday, October 13, 2008

Seseorang berkata kepada Bisyr, “Sesungguhnya Fulan yang kaya itu banyak melakukan puasa dan shalat.”

Bisyr berkata kepadanya, “Kasihan, dia meninggalkan urusannya sendiri dan memasuki urusan orang lain. Sesungguhnya lebih baik dia memberi makanan kepada orang-orang yang kelaparan dan menyedekahkan hartanya untuk orang-orang miskin daripada melaparkan dirinya sendiri dan bershalat untuk kepentingan diri sendiri. Untuk apa dia mengumpulkan [harta] dunia dan menahan harta kekayaan itu dari kaum fakir miskin?”

Begitulah jahiliyahnya orang kaya yang sibuk menumpuk dan menyimpan harta kekayaan, tetapi pelit untuk menginfakkannya. Ia menyibukkan diri dengan ibadah badan yang tidak memerlukan biaya. Di antaranya: berpuasa pada siang hari, bershalat malam, dan mengkhatamkan Al-Qur’an. Sebenarnya, orang seperti ini tertipu lantaran kebakhilannya telah menguasai relung hatinya (tanpa ia insafi).

(Sumber: Yusuf al-Qardhawi, Fiqh Prioritas, hlm. 284)

Read On 0 komentar

Hikmah dan Kisah Nyata tentang Kematian yang Indah

Friday, September 05, 2008

Ketika kematian menghampiri Hudzaifah Ibnul Yaman r.a., ia menyambutnya dengan penuh rasa cinta. Ia berkata, “Wahai sang maut! Tenggelamkanlah aku di dalammu. Cengkeramlah aku dengan kuat. Hatiku tetap akan mencintaimu. Sebab, kehidupan yang membahagiakan akan tiba sesudah kedatanganmu. ....”

kover buku Mati Tersenyum ala Islam

Gairah merindukan surga seperti itulah intisari buku ini. Dengan demikian, Anda pun akan tersenyum manis menyambut sang maut. Bagaimanapun, suatu saat ia pasti mendatangi kita, bukan?

Untuk itu, buku ini menyajikan berbagai kisah nyata mengenai kematian yang indah. Isinya pun dilengkapi dengan penjelasan tentang hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Kisah-kisahnya meliputi bagaimana Rasulullah, para sahabat, dan orang-orang saleh lainnya tersenyum bahagia manakala bersua dengan malaikat maut. Kita pun ingin sebahagia itu, bukan?

Oh ya, buku tersebut telah beredar mulai 1 September 2008 di seluruh jaringan toko buku Gramedia dan toko-toko buku besar lainnya.

Untuk info lebih lanjut, hubungi:

Departeman Buku Umum
PT GRAFINDO MEDIA PRATAMA
Jalan Pulo Kambing No. 9 Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur 13930
e-mail: penerbitgrafindo@yahoo.com
Telp. (021) 4619151, 46829111
Faks. (021) 4612217, 4614533

Read On 0 komentar

Kekuatanku dan Kelemahanku

Friday, April 28, 2006

Dalam pengamatan subyektifku, empat macam karakterku yang paling menguatkan diriku adalah:

1. Gemar Belajar
Aku senang mempelajari hal-hal baru, di mana pun aku berada. Aku suka membaca, terutama bacaan yang inspiratif, sistematis, dan perspektival (memperhatikan berbagai sudut pandang). Bidang kajian yang aku geluti sekarang adalah Pengembangan Diri.

2. Kritis dan Berpikiran Terbuka
Memikirkan sesuatu secara saksama dan mengamatinya dari segala sisi merupakan aspek penting pada diriku. Aku biasanya tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan. Untuk mengambil keputusan, aku suka bersandar pada bukti yang kuat. Kalau menemukan bukti baru yang bertentangan dengan pengetahuan atau keyakinanku terdahulu, aku mempertimbangkannya semasak-masaknya. Hasilnya, bisa saja aku mengubah pikiran dan tindakanku.
Fokus perhatianku bukanlah pada apa pandangan orang-orang, melainkan pada BAGAIMANA mereka memandang. Dalam bidang agama, apa pun hasil ijtihad seseorang, aku lebih menaruh perhatian pada METODE ijtihad yang dia gunakan. Karenanya, aku cenderung sangat toleran dan tidak fanatik pada madzhab atau aliran pemahaman tertentu.

3. Filosofis-Religius
Aku menganut suatu falsafah kehidupan religius (Islami) yang menjelaskan keberadaanku yang kecil di alam semesta yang besar. Aku pun merasa terpanggil untuk mencurahkan hidupku di jalan dakwah. Keyakinanku melandasi tindakanku dan merupakan sumber ketenangan jiwaku.

4. Pencinta (dan Penerima Cinta)
Aku sangat menghargai keakraban dengan orang-orang tertentu. Mereka yang aku cintai itu sangat aku pedulikan. Begitu pula sebaliknya. (Aku pun menyambut hangat mereka yang menaruh kepedulian besar pada diriku.)

Adapun kelemahanku, yang sekarang paling aku rasakan dan membuat aku merasa sedih, meliputi empat macam berikut ini.

1. Kurang Tanggap
Aku belum mampu menyesuaikan diri dalam berbagai situasi sosial. Aku tidak begitu pandai menangkap perasaan atau suasana hati orang lain, sehingga aku tidak dapat menanggapinya dengan baik.

2. Kurang Gaul
Aku sering terlalu sibuk untuk menyediakan waktu bagi orang lain, apalagi bagi orang yang belum kukenal. Aku cenderung kurang menyadari betapa berharganya orang-orang lain bagi diriku. Acapkali, aku baru menyadarinya ketika merasa kehilangan mereka.

3. Kurang Menyenangkan
Sewaktu sendirian atau pun di tengah-tengah orang, aku sering terlalu serius dan kurang santai. Memang, ketika aku tertawa dan tersenyum lepas, aku merasa senang. Namun, aku kurang mampu menciptakan situasi yang menyenangkan ini. Aku jarang melontarkan humor atau pun kata-kata "ringan" lain yang menyegarkan suasana (kecuali dengan orang tertentu yang sudah sangat dekat denganku).

4. Kurang Perencanaan
Aku berharap bahwa masa depan akan baik dan lebih baik. Aku pun merasakan bahwa hal ini akan terwujud apabila aku berupaya sebaik-baiknya. Namun, selama ini aku jarang menetapkan rencana yang matang untuk mencapai sesuatu yang aku inginkan.

Begitu jugakah kekuatanku dan kelemahanku di matamu?
Apa sajakah kekuatanmu dan kelemahanmu yang kau rasakan?

Read On 0 komentar

Menjadi Penulis Buku, Pilihan Keliru?

Sunday, December 11, 2005

“Hanya segelintir penulis buku di Indonesia yang hidup makmur dari royalti... Dengan menjadi penulis, kau takkan berkembang... Lebih baik kembalilah menjadi dosen saja sambil menulis buku! Kalau bukumu sudah best-seller, bukumu diperhitungkan akan selalu laris, barulah masuk akal beralih profesi menjadi penulis buku...”

Itulah sebagian komentar kerabatku yang menyayangkan kenapa kulepas status dosen tetap di sebuah PTS ternama di Jogja ketika aku baru ‘merangkak’, mulai menjadi penulis buku setelah menjadi penerjemah buku selama sekitar delapan tahun.

Apakah aku takkan hidup makmur bila tetap nekat menjadi penulis buku? Ah... emangnya, gue pikirin? Bukan kemakmuran yang aku kejar di dunia. Kurasa, ada banyak hal lain di dunia ini yang lebih penting daripada kemakmuran diri.

Dengan menjadi penulis, apakah aku takkan berkembang? Hmmm... Bukannya aku menganggap profesi dosen tidak menjanjikan masa depan. Hanya saja, aku yakin lebih mampu mengerahkan potensiku secara optimal melalui penulisan buku dan bukan melalui dunia akademis. Kelirukah pilihanku?

Read On 1 komentar

Tentang Aku

Sunday, December 11, 2005

Saat ini, aku penulis buku. Pada dua buku pertama, aku masih menggunakan nama lahir: Muhammad Shodiq. Namun, belakangan kusadari, sudah ada sekurang-kurangnya dua orang penulis lain yang namanya sama persis denganku. Aku jadi merasa kurang nyaman. Soalnya, beberapa orang salah duga. Buku-buku yang ditulis oleh orang yang namanya sama denganku mereka kira akulah penulisnya. Makanya, sejak buku ketiga, kupakai nama pena: M. Shodiq Mustika. Tambahan nama Mustika ini singkatan dari Muhammad Shodiq bin Tamsir bin Ismail bin Khusban bin Adam.


Sebelum memantapkan diri memakai tambahan nama “Mustika”, aku tengok dulu maknanya di dalam kamus. Ternyata, mustika adalah batu permata, yang elok dan cantik, seperti intan. Wah, pas banget dengan yang aku impi-impikan. Aku memang berharap, dengan tambahan nama ini, jiwaku dan jiwa para pembaca tulisanku berkembang menjadi cantik dan semakin cantik.

Pengembangan kecantikan batiniah, atau pengembangan diri, inilah bidang spesialisasi yang kupilih. Cakupannya meliputi permasalahan agama, cinta, studi, karir, pencarian kebenaran, peluasan wawasan, penghayatan keindahan, dan segala tema lain yang insya’ Allah bermanfaat mempercantik jiwa kita.

Kalau mau lebih tahu lagi tentang diriku, silakan tengok profilku di Friendster.com.

Read On 3 komentar

Label Cloud

Subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Terus Berkembang